Direktur BUMD-PT. Pembangunan Dumai
Post-Title 1

Description / Caption 1

Post-Title 2

Description / Caption 2

Post-Title 3

Description / Caption 3

Post-Title 4

Description / Caption 4

Post-Title 6

Description / Caption 6

Post-Title 7

Description / Caption 7

Post-Title 8

Description / Caption 8

Post-Title 9

Description / Caption 9

Post-Title 10

Description / Caption 10

Post-Title 11

Description / Caption 11

Post-Title 12

Description / Caption 12

Post-Title 13

Description / Caption 13

Post-Title 14

Description / Caption 14

Post-Title 15

Description / Caption 15

BUMD Segera Resmikan Pembangunan Batching Plant

- Sejak dinakhodainya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Dumai oleh Bennedy Boeiman sejumlah terobosan pun dilakukannya untuk memajukan perusahaan yang diibaratkan "mati segan hidup tak mau" ini. 
DUMAI

Sejak berdirinya perusahaan plat merah ini pada tahun 2002 silam, PT. Pembangunan Dumai tidak mempunyai kegiatan yang bersifat fundamental atau tindakan nyata dari pemimpin terdahulu. Baginya Pembangunan Dumai hanya mengembangkan kegiatan yang bersifat residentil saja, yaitu pengembangan dari sektor kepelabuhanan saja.

"Dan itu saya lihat sejak perusahaan ini berdiri dimana kala itu saya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Dumai,"tutur Direktur BUMD PT Pembangunan Dumai, Bennedy Boeiman kepada Poros Riau, Rabu (27/7) siang, di ruang kerjanya.

Padahal menurut pria yang memimpin BUMD Pembangunan Dumai sejak September 2015 , potensi daerah cukup banyak yang bisa digarap, namun penyertaan modal ke BUMD telah dikunci hanya untuk pembangunan batching plant saja, apalagi hal ini sudah termaktub di dalam Perda nomor 01 tahun 2014.

Sementara batching plant sendiri merupakan sebuah lokasi pabrik yang dipakai untuk mencampur atau membuat adukan beton ready mix dalam skala yang besar. "Jadi kita pun wajib melanjutkan pengerjaannya (batching plant) itu yang sebelumnnya telah dijalankan di bawah pimpinan terdahulu, almarhum Zulfadil Karim, dan ini merupakan impian beliau (alm)"ungkap Ben begitu sapaan akrabnya.

Untuk anggaran penyertaan modal pembangunan batching plant ini nilainya lumayan fantastis, berkisar Rp28 miliar yang digelontorkan untuk penyertaan modal awal termasuk pembelian bahan material.

Lokasinya sendiri dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektar (Ha) di KM 9 Bukit Timah, Kelurahan Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. "Dan lokasi lahan pabrik telah dibeli pemimpin sebelumnya sebesar Rp1,8 miliar,"sebutnya lagi.

Dikatakannya, saat ini pengerjaannya sudah memasuki 95 persen. "Kita perkirakan Agustus sudah rampung semua, dan kalau tidak ada aral melintang, akhir Agustus sudah bisa kita lounching,” kata Bennedy.

Ia juga mengaku sudah merekrut tenaga kerja yang dipekerjakannya asli putra - putri daerah tempatan sendiri. "Ditotalkan kurang lebih 21 orang naker. Namun untuk lebih efektifnya kita pekerjakan tenaga operasionalnya dulu seperti, bagian operator, tenaga pengamanan dan sopir. Untuk bagian kantornya setelah peluncurannya nanti, "terang Ben.

Pembangunan batching plant sendiri dibangunnya berkat kerja sama pihaknya dengan rekanan, PT Igasar yang merupakan anak perusahaan dari PT Semen Padang."Kita menjadi mitra binaan dari perusahaan mereka, "tukasnya.

(Sumber : porosriau.com)

Related

Headline 3889086603758091502

Posting Komentar

emo-but-icon

@ Copyright 2012 - 2016
BADAN USAHA MILIK DAERAH - PT. PEMBANGUNAN DUMAI
Office :
Jalan Pattimura No. 58 Kota Dumai Riau, Indonesia
Telp. 0765-33302, Fax. 0765-33302
item